Rabu, 15 September 2010

Golongan Benzodiazepin

HUBUNGAN STRUKTUR KIMIA DAN AKTIVITAS
GOLONGAN BENZODIAZEPIN SEBAGAI ANTIANXIETAS
(ANTI CEMAS/TRANQUILIZER)
*Oleh: Nurul Aulia Rahmi

Pada tahun 1960-an, obat Golongan Benzodiazepin awalnya dikembangkan untuk keperluan obat anxiolitik dan hipnotik yang digunakan untuk menggantikan obat barbiturat oral. Semua benzodiazepin mempunyai efek farmakologi yang sama, efek terapi ini ditentukan oleh potensi dan ketersediaan obat-obatan.1
Benzodiazepin yang dianjurkan sebagai anti anxietas antara lain: diazepam, temazepam, lormetazepam, nordiazepam, oxazepam, lorazepam.

Struktur kimia benzodiazepin :

Derivat-derivat benzodiazepine:
R1 R2 R3
Diazepam CH3 H H
Temazepam CH3 OH H
Lormetazepa CH3 OH Cl
Nordazepam H - -
Oxazepam H OH H
Lorazepam H OH Cl
*2

Mekanisme Aksi
Mekanisme kerja benzodiazepine merupakan potensiasi inhibisi neuron yang menggunakan GABA sebagai mediatornya.3 GABA (gamma-aminobutyric acid) merupakan inhibitor utama neurotransmiter di susunan saraf pusat (SSP), melalui neuron-neuron modulasi GABA ergik.1
Reseptor Benzodiazepin berikatan dengan reseptor subtipe GABAA. Berikatan dengan reseptor agonis menyebabkan masuknya ion klorida dalam sel, yang menyebabakan hiperpolarisasi dari membran postsinpatik, dimana dapat membuat neuron ini resisten terhadap rangsangan. Dengan cara demikian obat ini memfasilitasi efek inhibitor dari GABA. Reseptor benzodiazepin dapat ditemukan di otak dan medula spinalis, dengan densitas tinggi pada korteks serebral, serebelum dan hipokampus dan densitas rendah pada medula spinalis. Tidak adanya reseptor GABA selain di SSP, hal ini aman bagi sistem kardiovaskuler pada saat penggunaan obat ini. 1

Diazepam
Diazepam atau biasanya dikenal dengan Valium merupakan sebuah turunan narkoba. Diazepam merupakan obat anti cemas (antianxietas atau tranquilizer), sedatif-hipnotik, dan obat anti kejang (antikonvulsan). Efek sampingnya, pada pemakaian kronik dapat menimbulkan ketergantungan jiwa dan raga, menimbulkan rasa kantuk, berkurangnya daya konsentrasi dan reaksi.4

Nordazepam
Nordazepam yang dikenal sebagai desoxydemoxepam, nordiazepam dan desmethyldiazepam, adalah derivatif 1,4-benzodiazepin. Seperti turunan benzodiazepin lain, nordazepam sebagai antikonvulsi ,anxiolitic ,relaksasi otot dan obat penenang. Namun, nordazepam seringkali digunakan dalam pengobatan kecemasan (antiaxietas). Nordazepam merupakan metabolit aktif dari diazepam, chlordiazepoxide, clorazepate, prazepam, dan medazepam.5

Oxsazepam
Oxazepam merupakan metabolit aktif diazepam. Oxazepam bertindak sebagai antiaxietas, hipnotik, sedatif, dan menyebabkan kelemahan otot rangka. Ini memiliki periode pendek operasi, itu dianggap sebagai paling aman obat berasal dari benzodiazepin (dalam pengobatan pasien yang lebih tua).6

Temazepam
Temazepam (nama dagang Restoril) merupakan 3-hydroxy intermediate-acting Benzodiazepine. Obat ini diresepkan untuk pengobatan jangka pendek sulit tidur pada pasien yang mengalami kesulitan mempertahankan tidur. Selain itu, temazepam merupakan anxiolitik (anti-kecemasan), antikonvulsan , dan relaksasi otot rangka. 7

Lorazepam
Lorazepam (nama patennya Ativan dan Temesta) merupakan benzodiazepin berpotensi tinggi obat. Lorazepam memiliki semua lima efek benzodiazepin intrinsik seperti: anxiolitik, amnesik ,obat penenang/hipnotis, antikonvulsi dan relaksasi otot Lorazepam digunakan untuk pengobatan jangka pendek kegelisahan, insomnia, kejang akut termasuk epileptikus status dan sedasi pasien dirawat di rumah sakit, serta obat penenang pasien agresif.8

Lormetazepam
Lormetazepam (generik) dikenal sebagai methyllorazepam dengan nama paten seperti: Noctamid, Ergocalm, Loramet, Dilamet, Sedaben, Stilaze, Nocton, Pronoctan, Noctamide, Loretam, Minias, Aldosomnil. Lormetazepam merupakan 3-hidroksi derivat benzodiazepin yang memiliki khasiat sebagai hipnotis, antianxietas, antikonvulsi, sedatif, dan relaksan otot rangka.9


Hubungan Struktur Kimia dan Aktivitas Obat Golongan Antiaxietas (Anti Cemas atau Tranquilizer)

Struktur kimia suatu obat dapat menjelaskan sifat-sifat dan memperlihatkan bahwa unit-unit struktur atau gugus-gugus molekul obat berkaitan dengan dengan aktivitas biologisnya.Untuk mencari hubungan antara struktur kimia dan aktivitas biologis dapat dilakukan dengan mengaitkan gugus fungsional tertentu dengan respon biologis tertentu pula.10
Derivat suatu senyawa dengan gugus fungsi yang sama dapat memberikan respon biologis yang sama karena bekerja pada reseptor yang sama atau memperngaruhi proses biokimia yang sama pula.10 Sebagai contohnya adalah obat golongan benzodizepin sebagai antianxietas (anticemas atau tranquilizer) yang digunakan sebagai penenang. Benzodiazepin yang dianjurkan sebagai anti anxietas antara lain: diazepam, temazepam, lormetazepam, nordiazepam, oxazepam, lorazepam.

Diazepam merupakan golongan benzodiazepin mempunyai kesan relaksasi otot dan antianxietas. Secara struktur kimia, penambahan kumpulan satu –OH (seperti pada temazepam) seharusnya menghasilkan efek yang lebih menenangkan dan menjadikan derivatif ini kurang kuat. 11
Secara praktis, nordazepam adalah cenderung berpotensi seperti diazepam dan oxazepam berpotensi sebagai temazepam. Hal ini dapat pula dilihat secara struktur kimianya. Struktrur kimia nordazepam lebih mirip dengan diazepam. Pada struktur nordazepam terdapat penggantian gugus metil menjadi atom H pada posisi R1. Struktur kimia oxazepam lebih cenderung mirip dengan temazepam, hanya saja ada penukaran gugus metil menjadi atom H pada posisi R1. 11

Lorazepam memberikan efek penenang yang menyenangkan. Efeknya sangat berbeza dari benzodiazepin lain, yang cenderung menyerupai zolpidem paling tanpa kesan visual. Dengan adanya satu kumpulan metil pada kedudukan 1 akan memberikan kesan dramatik dari anxiolitik untuk lebih menenangkan. Pada Lorazepam, gugus metil tersebut ditukarkan dengan atom H. Lormetazepam lebih sering diresepkan secara eksklusif untuk insomnia sementara lorazepam mempunyai berbagai kegunaan.11


Sumber:

[1] Anonim. 2009. Sedatif Dalam Anestesi. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://darryltanod.spaces.live.com/?_c11_BlogPart_BlogPart=blogview&_c=BlogPart&partqs=cat%3DHealth%2520and%2520wellness

[2] Tjay,T. H. dan Kirana Raharjda. 2008. Obat-Obat Penting Edisi 6. PT Elex Media Komputindo Gramedia. Jakarta.

[3] Tanu, I. 2008. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.

[4] Anonim. 2009. Diazepam. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://id.wikipedia.org/wiki/Diazepam

[5] Anonim. 2009.Nordazepam. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://id.wikipedia.org/wiki/Nordazepam

[6] Anonim. 2009. Oxazepam. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://id.wikipedia.org/wiki/Temazepam

[7] Anonim. 2009. Temazepam. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://id.wikipedia.org/wiki/Temazepam

[8] Anonim. 2009. Lorazepam. [diakses pada 20 Agustus 2010]

http://id.wikipedia.org/wiki/Lorazepam

[9] Anonim. 2009. Lormetazepam

http://id.wikipedia.org/wiki/Lormetazepam

[10] Siswandono, dan B. Soekardjo. 2000. Kimia Medisinal. Airlangga University Press. Surabaya.

[11]Anonim. 2009. Benzodiazepine. [diakses pada 22 Agustus 2010]

http://www.bluelight.ru/vb/showthread.php?t=344596


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Nurul Pharmacy08 © 2008. Design By: fsrid vio