Sabtu, 30 Juli 2011

Vitamin Mineral : Seng dan Fluorida

Vitamin dan mineral adalah bagian yang penting dari makanan sehat.Bila seseorang mengkonsumsi berbagai variasi makanan, maka kemungkinan untuk mengalami kekurangan vitamin dan mineral adalah sangat kecil.Orang-orang yang menjalani diet ketat mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin atau mineral tertentu. Contohnya seorang vegetarian yang sangat ketat bisa mengalami kekurangan vitamin B12, yang hanya bisa diperoleh dari makanan yang berasal dari hewan. Sebaliknya, mengkonsumsi sejumlah besar vitamin dan mineral tambahan tanpa pengawasan medis, dapat menimbulkan efek yang berbahaya.

Mineral menempati 4% bagian dari penyusun tubuh manusia. Menurut salah satu referensi, mineral dibedakan atas 2 golongan besar yaitu makroelemen yang berjumlah relatif besar di dalam tubuh, serta mikroelemen yang berjumlah relatif lebih sedikit. Selain 2 kelompok tersebut masih ada lagi kelompok unsur kelumit (trace elements), yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit. Trace elements ini sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam kelompok mikroelemen.

Vitamin adalah zat-zat kimia organis dengan komposisi beraneka ragam yang dalam jumlah kecil dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk memelihara fungsi metabolisme normal. Vitamin bukan merupakan ‘bahan bakar’ atau bahan untuk membangun tubuh. Kebutuhannya berkisar dari beberapa mcg (mikrogram), misalnya vitamin B12, sampai ratusan mg (vitamin C dan E). Tubuh manusia memiliki persediaan tertentu yang tergangtung dari jenisnya adalah cukup untuk kebutuhan beberapa minggu sampai beberapa tahun.1

Istilah ‘vitamin’ diberikan atas dasar perkiraan semula bahwa semuazat ini memiliki struktur amin (Lat. vita= kehidupan), tetapi ternyata hanya tepat bagi beberapa zat saja, antara lain tiamin (vitamin B1). Kebanyakan vitamin atau zat pelopornya yang disebut provitamin, diperoleh dari bahan makanan dan hanya beberapa saja dapat disintesa sendiri dalam usus oleh tubuh, misalnya vitamin B2, B5, K2 serta biotin. Vitamin A dan D3 juga dapat disintesa dalam tubuh dengan masing-masing karoten dan kolesterol sebagai bahan pangkalnya. 1

Mineral adalah nutrien (zat gizi) esensial yang dibutuhkan oleh manusia dalam jumlah kecil, supaya tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Mineral yang kita butuhkan dapat ditemukan dalam makanan. Dalam berbagai macam makanan, seperti daging, sereal, ikan, susu, sayur mayur, buah-buahan dan kacang-kacangan dapat kita temukan mineral dalam berbagai jumlah. 2

Mineral dimaksudkan sebagai zat-zat anorganis, yang seperti vitamin dalam jumlah kecil bersifat esensial bagi banyak proses metabolisme dalam tubuh. Yang paling banyak dibutuhkan adalah kalium (K) dan natrium (Na) k.l. 2-3 g, kalsium (Ca) k.l. 1 g, dan magnesium (Mg) k.l. 0,3 g, juga fosfor (P) dan klorida (Cl). 1

Elemen supra didefinisikan sebagai mineral yang dibutuhkan kurang dari 20 mg sehari, yakni besi (Fe) dan seng (Zn) 10-15 mg, selen (Se) 30 mcg, mangan (Mn) 2-5 mg, molibden dan fluora (Mo, F) 1-2 mg, krom (Cr) 0,2 mg, tembaga (Cu) 2-5 mg, iod (J) 60 mcg, dan kobal (Co) ca 3 mcg. Sebelum tahun 1950-an, jumlah ini belum dapat ditentukan secara kuantitatif. Beberapa elemen hanya dibuktikan keberadaannya dengan reaksi warna atau melalui spektroskopi terhadap jumlah yang sangat kecil (spura). Oleh karena itu elemen tersebut dianamakan elemen supra. Kemudian dengan teknik modern, seperti spektroskopi dan absorpsi atom, spura logam sudah bisa ditentukan sebanyak 1 mg dalam 10.000 kg bahan makanan, artinya 1:107 (pangkat 7). 1

Mineral memiliki 3 fungsi utama yaitu:

1. Membangun tulang dan gigi

2. Mengontrol keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel

3. Berperan dalam proses pembentukan energi dari makanan. 2

Fungsinya masing-masing dalam tubuh sangat berbeda; Ca dan P untuk sebagian besar bertanggung jawab bagi kekuatan kerangka; K, Mg, dan P terutama membentuk sistem pendapar intraseluler (buffer). Na dan Cl justru memegang peranan penting di ruang ekstraseluler, antara lain sebagai pengatur tekanan osmosis dan tekanan darah normal. Banyak elemen supra merupakan ko-faktor (bagian aktif) dari metalloenzim, misalnya Fe, Zn, Mg, Mo, dan Cu, yang mengkatalisa proses metbolisme penting. Fluor dan stronsium (Sr) khususnya esensial bagi tulang gigi dan emailnya, sedangkan iod merupakan bahan pangkal bagi sintesa hormon tiroid. 1

Resorpsinya dari usus sering kali tergantung pada kebutuhan tubuh dan ekskresinya melalui ginjal atau tinja. Bila pengeluaranini terbatas, mak resorpsinya juga rendah, seperti pada Fe dan Cr, walaupun diet mengandung elemen tersebut dalam jumlah besar. Zat-zat lain yang ekskresinya berlangsung baik, diserap dalam jumlah banyak dan kelebihannya dikeluarkan lagi lewat kemih atau empedu. 1

Penggunaan mineral khususnya untuk prevensi dan pengobatan keadaan defisiensi, terutama garam K dan Ca. Begitu pula Na. Cl, dan fosfat yang dalam keadaan darurat juga digunakan sebagai infus. Dari elemen spura hanya Fe dan J, Zn, F dan Sr digunakan sebagai obat; kedua elemen terakhir digunakan dalam ilmu kedokteran gigi. Zat-zat lainnya hanya digunakan sebagai komponen dari sedian multivitamin atau sebagai food suplement, juga untuk ternak, pada terapi alternatif. Sebetulnya semua elemen supra, seperti vitamin, seharusnya terdapat cukup banyak dalam makanan sehari-hai yang susunannya bermutu baik, artinya yang memenuhi ketentuan diet referensi dari Dewan Nutrisi sesuatu negara. Tetapi dalam prakteknya sering terjadi bahwa RDA-nya tidak dipebuhi karena pelbagai sebab. 1


Lihat......... Vitamin-Mineral: Seng & Fluorida pdf


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Nurul Pharmacy08 © 2008. Design By: fsrid vio